Feeds:
Tulisan
Komentar

Nama : Taufik “thomaz” Ridwan
TTL : Bogor, 31 Juli 1982
Alamat : Jl. Gunung payung, kampung Lio, No 222, RT 05/02 Kel.Ciwalen, Kec.Garut Kota, Kab.Garut
No Hp : 085294961232
Posisi : Dokumentasi

Nama : Fuzie “suhu” Septika
TTL : Garut, 1 September
Alamat : Jl. Gunung payung, kampung Lio, No 226, RT 05/02 Kel.Ciwalen, Kec.Garut Kota, Kab.Garut
e-mail : shake_zie_cool@yahoo.co.id
No Hp : 085294069956
Posisi : Tua Kampung [Humas] on the cyber area

213

dulu mereka bersama untuk kampung Lio……..

aden da_blink
DD “otong” Hidayat
indra rico
asep rachmat
tina agustina

mereka yang pernah berdidikasi di program CDASC…. namun kini mereka sibuk dengan dunianya masing2
hatur nuhun, terima kasih, matur nuwun, thank’s, gracias, arigato, sagapo…….i love u all

213

Rembug Warga di kampung Lio. dilakukan 3x pertemuan, dilakukan di RW 02 [Rt 01-05] dan di RW 03 [Rt 04 dan 05] Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Kabupten Garut

roadshow hasil RRA, Hasil workshop anak, dan kampanye kesiap siagaan bencana kepada masyarakat Kampung Lio, Garut

Workshop Anak di Lio

Salah satu kegitan Workshop Anak di Lio

A. PERSIAPAN

A. 1. Waktu dan Tempat Workshop

Workshop jurnalistik dilakukan dalam dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 16 dan 24 Februari 2008. Tempat dilaksanakannya workshop di TK (Taman Kanank- kanak) PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Al- Hidayah di Panawuan RW 07 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut.

Rapat untuk penentuan tempat dan waktu, itu dilakukan oleh perwakilan dari 3 komunitas dan Fasilitator. Dan tim (relawan) dari Panawuan sebelumnya sudah mempersiapkan fasilitas pendukung dan survey tempat/wilayah yang akan dilaksanakannya pelatihan.

A. 2. Tahap-tahap pelaksanaan Workshop Jurnalistik

  1. Pendataan calon peserta dan tempat pelaksanaan
  2. Meenentukan pemateri
  3. perizinan
  4. Survey tempat
  5. Mengundang Semua Relawan
  6. Mempersiapkan segala peralatan

Semua proses yang terjadi dari awal sampai akhir kegiatan, dicatat oleh Pencatat Proses dan di foto oleh Juru Foto, data yang berhasil dikumpulkan diolah oleh Pengolah Data yang harus bekerja sama dengan Juru Ketik, semua proses pelatihan jurnalistik difasilitasi oleh Fasilitator dan di bantu oleh Co.Fas. Laporan akhir dari proses pelatihan dan pembutan koran kampung, dibuat dengan data yang diperoleh dari Pencatat Proses, Juru Foto dan Pengolah Data yang akan diketik oleh Juru Ketik.

B. PELAKSANAAN

B. 1. Pelaksanaan Workshop Jurnalistik Kesatu

Acara workshop jurnalistik kesatu ini dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2008 hari Sabtu, bertempat di PAUD Al-Hidayah Panawuan. Tim Panawuan sebelumnya sudah mempersiapkan fasilitas pendukung dan survey tempat/wilayah yang akan dilaksanakannya workshop, sekitar pukul 9 pagi, semua peserta bergerak menuju tempat dimana workshop akan dilaksanakan. Setelah semua peserta masuk ke dalam lokasi workshop, acara dibuka oleh Denden F. A (Manager Area Garut). Acara dilanjutkan dengan memperkenalan narasumber (Irfan AmaLee) di hadapan para peserta workshop. Irfan AmaLee memberikan satu permainan (shake you’re body) untuk peserta supaya tidak terlalu tegang. Dilanjutkan dengan pemberian materi yaitu tentang pengenalan dasar-dasar pengelolaan media. Irfan AmaLee juga memberikan materi tentang ”bagaimana seharusnya kita menulis”, serta menjelaskan jenis tulisan dan jenis berita yang ada di dalam sebuah media cetak, Banyak diantara peserta yang tidak memperhatikan materi. Lalu semua peserta menulis dalam meta card, apa yang ada di pikirannya, tanpa berhenti. Setelah selesai menulis beberapa peserta membaca apa yang sudah dituliskannya dihadapan para peserta lain. Terjadi diskusi antara peserta dan Irfan AmaLee tentang permasalahan tentang teknik menulis. Dengan menggunakan infocus, narasumber menjelaskan satu persatu tentang jenis dan fungsi tulisan serta jenis berita, kemudian AmaLee menjelaskan tentang beberapa jabatan di dalam sebuah media dan menjelaskan tugas masing-masing jabatan. Peserta di bagi menjadi empat kelompok untuk mempresentasikan jenis tulisan dan berita yang ada di dalam sebuah koran. Sekitar pukul 11.30 para peserta istirahat untuk melaksanakan shalat dzuhur dan makan. Pukul 12.45, para peserta kembali lagi kedalam ruangan workshop, namun sebagian pesreta banyak yang meninggalkan tempat workshop. Para peserta yang masih ada kemudian menjelaskan dan mempresentasikan hasil dari diskusi mengenai jenis tulisan dan jenis berita. AmaLee beserta para peserta menyimpulkan hasil dari presentasi tersebut, dan AmaLee juga menjelaskan tentang alur kerja dalam sebuah media, khususnya media cetak. Pada pukul 14.50 para peserta kembali istirahat untuk shalat ashar dan berkumpul kembali pada pukul 15.30, semua peserta kembali ke tempat workshop dan AmaLee pun kembali menjelaskan alur kerja dalam sebuah media cetak. Pada pukul 16.45, workshop pada tanggal 16 Februari 2008 ditutup dengan permain ”shake you’re body.”

Namun setelah workshop berakhir, para relawan berinisiatif untuk berkumpul kembali, guna membahas langkah-langkah pembentukan struktur. Sekitar pukul 18.30, para relawan kembali berkumpul di PAUD Al-Hidayah. Denden kemudian membuka acara ini, kemudian bersama para para relawan, Denden membuat struktur didalam sebuah media koran komunitas, struktur dari koran komunitas ini adalah :

Pemimipin Umum : Nurwiati

Pemimpin Redaksi : Fuzie Septika

Pemimpin Perusahaan : Yusuf ”Yoga”

Sekretaris : Mardiana Sidik, Danny Hamdani

Layouter/Tata Letak : Ferry Firmansyah

Redaktur : Nia Juariah, Odick, Ubur

Reporter : Tatang Ao, Riki, Tinta, Fikri, Ussy, Sidik, Diki

Sirkulasi : Ganjar, Manggung, Thomaz

Iklan/Promosi : Nurwiati, Eki A Zaki, Deni, Dede B

B. 3. Pelaksanaan Workshop Jurnalistik Kedua

Workshop jurnalistik kedua dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Februari 2008. Tim Panawuan sebelumnya sudah mempersiapkan semua peralatan/fasilitas yang akan digunakan dlam acara workshop kali ini. Pada pukul 9 pagi para peserta lalu memasuki tempat diadakannya workshop. Denden membuka acara, sambil menunggu nara sumber datang, Denden memberikan materi tentang Pers, Kesadaran Analisis, dan menjelaskan tentang struktur Politik. Setelah Denden menjelaskan beberapa materi, Denden memberikan kesempatan kepada Yusuf dan Fuzie untuk memimpin para peserta workshop, itu sebagai simulasi untuk melaksanakan rapat umum. Pada pukul 10.15 pemateri (Irfan AmaLee) telah tiba. Kali ini ada seorang pemateri lagi yang akan membahas tentang fotografi, lalu AmaLee memperkenalkan temannya itu dam memeprsilakan untuk langsung memberikan materi. Pemateri menjelaskan tentang dasar-dasar ilmu fotografi. Pemateri lalu menjelaskan tentang sistemkerja jenis kamera SLR (Single Lens Reflect) dan menjelaskan cara kerja Kamera Digital, lalu menjelaskan tentang teknik-teknik dalam pengambilan gambar (foto), sambil memperlihatkan beberapa gambar. Ada dari para peserta yang tidak memeperhatikan materi. Sekitar pukul 11.45 para peserta dan pemateri melakukan istirahat untuk shalat dzuhur dan makan siang, para peserta dan pemateri kembali berkumpul pada pukul 12.45 dan melanjutakn materi tentang fotografi. Materi fotografi ini selesai pada pukul 13.55. Pada pertemuan kali para peserta yang sudah menduduki jabatannya, melakukan rapat umum untuk membahas penamaan koran komunitas ini, langsung disaksikan oleh pemateri. Lalu para peserta dipersilakan untuk menuliskan nama koran menurut para peserta masing-masing, setelah terkumpul 24 nama koran, para peserta mempresentasikan filosofi, arti dan singkatan dari nama-nama koran itu. Setelah melakukan voting dan mendengar hasil dari presentasi dari para peserta, akhirnya pada pukul 14.20 para peserta memilih nama ”BASKOM” untuk koran komunitas ini, nama koran ”BASKOM” ini singkatan dari Basa Komunitas, yang mempunyai slogan ”Balaka keur Ngawangun Bangsa” koran ”BASKOM” hasil dari pemikiran Wahyatul Barjah dan telah disepakati bersama. Setelah selesai rapat, pemateri (Irfan AmaLee) memberikan beberapa materi tentang media cetak, lalu AmaLee membagi para peserta menjadi dua kelompok, kelompok pertama sebagai reporter dan kelompok kedua sebagai nara sumber, dan langsung melakukan simulasi, hasil dari simulasi tersebut dipresentasiakan dihadapan para peserta lain. Kemudian para peserta melakukan simulasi rapat redaksi dan rapat perusahaan. Simulasi tersebut membahas alur kerja redaksi, alur kerja perusahaan dan alur kerja masing-masing divisi. Hasil dari simulasi lalu dipresentasikan dihadapan para peserta lain. Pada pukul 17.40 pertemuan terakhir tanggal 24 Februari 2008 bersama AmaLee dan pemateri fotografi, selesai.

C. PENERBITAN KORAN BASKOM EDISI#1

C. 1. Rapat Umum

Rapat umum pertama kali dilakukan pada workshop kedua pada tanggal 24 Februari 2008, yaitu menghasilkan nama koran, rapat umum kedua dilaksanakan di sekretariat Panawuan Lebak pada tanggal 8 Maret 2008 yang menetapkan bahwa Pemimpin Umum/Penanggung Jawab koran Baskom adalah Wahyatul Barjah yang menggantikan Nurwiati. Rapat Umum kedua dihadiri oleh 12 orang, dibahas pula tentang jadwal penerbitan, jenis ukuran kertas, harga per edisi, dan menentukan berapa halaman yang akan dicetak,

- Jadwal penerbitan setiap tanggal 20 di tiap bulannya

- Jenis ukuran kertas legal 80 gram di bagi 2 halaman

- Harga per edisi Rp.500,-

Pada rapat kali ini juga dibahas tentang persiapan rapat redaksi dan rapat perusahaan.

C. 2. Rapat Redaksi

Rapat redaksi pertama dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2008, dihadiri oleh 8 orang staff redaksi, didalam rapat redaksi ini membahas tentang :

- Penentuan tema edisi pertama

- Rubrikasi dan Format

- Time Line dan Dead Line

- Layout/Tata letak

- Penugasan (Reportase) tiap rubrik

- Nara sumber

- Alamat redaksi termasuk nomor telepon dan e-mail

Tema

Edisi pertama ini membahas tentang Gunung Guntur yang menjadi tema utama.

Rubrikasi

Didalam edisi pertama terdiri dari :

- WARU (Warta Utama) yaitu membahas berita penting yang menjadi tema utama (berita utama), berada di dalam halaman pertama (headline) serta halaman kedua, isi di dalam berita utama ini, bisa ada wawancara, profil (tergantung kondisi).

- HAREWOS BASKOM yaitu kolom khusus staf redaksi, membahas (beropini) tentang tema utama yang dibahas dalam koran tersebut.

- SAGA (Sadar dan Siaga) yaitu rubrik yang membahas tentang pentingnya akan kesiapsiagaan dalam menghadapai bencana, serta bisa juga membahas tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan bencana (sebagai bentuk kampanye FASB).

- TAUSYIAH yaitu suatu rubrik tentang penyegaran rohani/bimbingan rohani yang berhubungan dengan kebencanaan.

- SEUPAN (Sekitar Urang Panawuan) yaitu rubrik yang menyajikan berbagai berita dari daerah Panawuan dan sekitarnya.

- CEULI (Cerita Urang Lio) yaitu rubrik yang menyajikan berbagai berita dari daerah Lio dan sekitarnya.

- BASKOMEDI yaitu rubrik yang menyajikan lawakan-lawakan yang mencerdaskan dan menggugah kepada publik, baik berupa tulisan ataupun berupa gambar.

- CAU (Carita Urang) yaitu suatu rubrik yang menyajikan puisi, sajak, atupun tulisan-tulisan yang berbau satra.

- AKI (Anak Kita) rubrik yang membahas tentang Anak-anak, bisa berupa Artikel, Profil, ataupun Berita

- ARTIKEL yaitu rubrik yang menyajikan tentang pembahasan suatu permasalahan yang ada di masyarakat.

- SUARA PEMBACA yaitu rubrik yang membahas tentang opini, kritik, dan saran kepada Koran Baskom.

Layout/Tata Letak

Sebelumnya Fery selaku Layouter telah mempersiapkan kolom-kolom khusus untuk setiap rubrik.

Penugasan (Reportase) tiap rubrik

Penugasan tidak dipilih langsung, melainkan setiap orang mengajukan diri untuk mereportase segala berita, Karena keterbasan orang-orang yang ada di staff redaksi, maka setiap orang yang akan mereportase berita, mereka mereportase beberapa rubrik sekaligus, adapun pembagian penugasan, adalah :

- WARU (Warta Utama), Reporter : Tatang Ao dan Yusuf, Redaktur/Penanggung Jawab Rubrik : Fuzie

- HAREWOS BASKOM, Redaktur/Penanggung Jawab Rubrik : Fuzie

- SAGA (Sadar dan Siaga), Reporter : Denden, Penanggung Jawab Rubrik : Denden

- TAUSYIAH, Reporter : Danny H dan Yusuf, Penanggung Jawab Rubrik : Danny

- SEUPAN (Sekitar Urang Panawuan), Reporter : Tatang Ao dan Ussy, Penanggung Jawab Rubrik : Nia Juariah

- CEULI (Cerita Urang Lio), Reporter : Fuzie dan Thomaz, Penanggung Jawab Rubrik : Fuzie

- BASKOMEDI, Penulis : Wahyatul Barjah, Penanggung Jawab Rubrik : Wahyatul Barjah

- CAU (Carita Urang), Penulis : Wahyatul Barjah, Penanggung Jawab Rubrik : Wahyatul Barjah

- AKI (Anak Kita), Penulis : Dorothy Law, Penanggung Jawab Rubrik : Sidik

- ARTIKEL, Penulis : Wahyatul Barjah, Penanggung Jawab Rubrik : Wahyatul Barjah

- SUARA PEMBACA : Reportase : Yusuf dan Fuzie, Penanggung Jawab Rubrik : Fuzie

Nara sumber

Nara sumber untuk tema pertama rubrik WARU, Reporter diharuskan untuk melakukan reportase ke Vulkanologi, masyarakat sekitar Gunung Guntur dan masyarakat di Panawuan serta Lio. Untuk pencarian berita, selain melalui wawancara, reporter mencari nara sumber melalui internet dan baca buku.

Alamat redaksi

Dalam pembahasan tentang alamat redaksi, staff redaksi menyepakati bahwa alamat redaksi Koran BASKOM bertempat di :

Kantor FASB (Forum Anak Siaga Bencana) Garut

Jalan Pembangunan, Kampung Panawuan RT 03 RW 08

Belakang Kantor Kelurahan Sukajaya

Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut 44151

Nomor Telepon : 0262 4712154

e-mail : baskom@yahoo.com

213

A. PERSIAPAN

A. 1. Waktu dan tempat persiapan

Persiapan untuk Rembug Warga ini dilakukan beberapa kali briefing untuk penentuan tempat dan waktu, itu dilakukan oleh Relawan Lio sendiri, karena keterbatasan personil yang ada di Tim Lio yang hanya ada Tiga personil, maka Tim Lio meminta bantuan kepada orang-orang Lio sendiri dan Tim panawuan lebak, serta dibantu oleh Fasilitator Local (Faslok).Briefing juga dilakukan bersama teman-teman dari 2 komunitas yang dilaksanakan pada Tanggal 24 dan 25 November 2007, di Sari Papandayan, Rapat persiapan yang sebenarnya, Dan terkoordinir dengan baik, dilaksanakan pada Tanggal 20/12/2007, adapun hasil dari rapat tersebut adalah:

A. 2. Tahap-tahap pelaksanaan Rembug Warga

  1. Pendataan calon peserta dan tempat pelaksanaan
  2. perizinan
  3. Survey tempat
  4. Mengundang Warga
  5. Mempersiapkan segala peralatan

Setelah perizinan, publikasi, dan undangan disampaikan, pada waktu dan tempat yang telah ditentukan, masyarakat berkumpul bersama, lalu fasilitator mengajukan beberapa pertanyaan kunci secara berturut-turut, pertanyaan kunci itu adalah :

- Apa saja bahaya/ancaman yang ada di daerah tersebut?

- Apa dan siapa yang rawan terkena dampaknya?

- Apa saja kemampuan/kekuatan yang dimiliki untuk mengurangi dampaknya?

- Apa saja kelemahan yang ada di daerah tersebut?

- Seperti apa masa depan daerah tersebut yang lebih baik menurut warga?

- Apa yang harus dilakukan oleh warga, untuk masa depan yang lebih baik?

Semua proses yang terjadi dari awal sampai akhir kegiatan, dicatat oleh Pencatat Proses dan di foto oleh Juru Foto, data yang berhasil dikumpulkan diolah oleh Pengolah Data yang harus bekerja sama dengan Juru Ketik, semua proses Rembug Warga difasilitasi oleh Fasilitator dan di bantu oleh Co.Fas. Laporan akhir dari proses Rembug Warga, dibuat dengan data yang diperoleh dari Pencatat Proses, Juru Foto dan Pengolah Data yang akan diketik oleh Juru Ketik

B. PELAKSANAAN

B. 1. Pelaksanaan Rembug Warga Kesatu

Acara Rembug Warga kesatu ini dilaksanakan di wilayah RT 04 dan 05 di RW 02, Sebelum melaksanakan acara Rembug Warga, sekitar pukul 18.30, Tim Lio (Fuzie, Thomaz, Akonk)melaksanakan Brifing terakhir untuk memastikan segala sesuatunya beres, Tim Lio yang dibantu oleh Tim Panawuan (Denden, dan Kang Ucup), mempersiapkan alat-alat yang akan dibutuhkan didalam Rembug Warga ini, untuk meminta izin tempat Tim Lio harus bekerja keras, itu dikarenakan pengurus tempat yang sangat tidak bisa diajak untuk bekerja sama, pihak pengurus merasa keberatan, namun akhirnya dengan Rahmat Allah SWT izin tempat bisa keluar, perizinan yang belibet dan birokrasi yang komplek, sering kali menghambat kegiatan ini, sekitar pukul 19.30, Tim menuju ke lokasi dimana Rembug Warga akan dilaksanakan, setengah jam kemudian, sekitar pukul 20.10 warga saling berdatangan, Rembug Warga ini dihadiri oleh 14 warga, diantaranya 12 orang dewasa dan 2 orang anak-anak, acara Rembug Warga dimulai, Denden yang menjadi Fasilitator membuka acara dan menjelaskan tentang program CDASC, lalu menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya acara Rembug Warga ini, tak berapa lama Denden memberikan salah satu pertanyaan kunci kepada warga, pertanyaan kunci itu adalah :

Pertanyaan kunci 1 : Apa saja bahaya/ancaman yang ada di RT 04 dan 05 RW 02?

Jawaban Warga :

  1. Banjir
  2. Sampah
  3. Permasalahan Café

Pertanyaan kunci 2 : Apa dan siapa saja yang rawan terkena dampaknya?

Pertanyaan kunci 3 : Apa saja kemampuan/kekuatan yang dimiliki warga untuk mengurangi dampaknya, dan apa saja yang harus dilakukan?

Jawaban Warga :

  1. Masih adanya sifat gotong royang
  2. Ikut merasakan dan peduli
  3. Aparat pemerintahan tingkat RW dan RT yang membantu
  4. Masih adanya pengajian-pengajian
  5. Ada bak sampah besar di Jalan Pasar Baru
  6. Ada gerobak sampah di RW 02

Ada tiga pertanyaan yang tidak sempat diajukan kepada warga, dan akan ditanyakan ulang pada proses berikutnya, pertanyaannya yaitu :

  1. Apa saja kelemahan yang dimiliki warga?
  2. Seperti apa masa depan Kampung Lio yang lebih baik?
  3. Apa yang harus dilakukan untuk menuju Kampung Lio yang lebih baik?

Rembug Warga kesatu ini terjadi perdebatan sengit diantar warga, mengenai Permasalahan Café, itu telihat dengan Pro dan Kontra tentang keberadaan Café selama ini, maka untuk Permasalahan Café ini, warga berinisiatif untuk mengundang kembali warga-warga yang lain, yang akan mendiskusikan tentang permasalahan ini, tidak berapa lama, akhirnya dengan bacaan Hamdallah, Rembug Warga kesatu ini berakhir pada pukul 22.10

Lesson learned Rembug Warga RT 04 dan 05 di RW 02

  1. Mempersiapkan Alat tulis sebelum Rembug Warga jangan sampai belum tersedia
  2. Perizinan sebaiknya dilakukan Satu atau Dua hari sebelum Rembug Warga dilaksanakan
  3. Agar lebih diperhatikan masalah waktu pelaksanaan Rembug Warga
  4. Lebih baik suguhan pada Warga jangan terlalu banyak
  5. Pertanyaan pada warga seharusnya lebih Spesifik
  6. Sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat
  7. Libatkan pihak-pihak yang terkait/pemerintahan setempat

B. 4. Pelaksanaan Rembug Warga Kedua

Pelaksanaan Rembug Warga kali ini tidak sesuai jadwal yang telah ditetapkan, kurang lebih satu bulan kita menunggu Rembug Warga kembali digelar, itu dikarenakan banyak kesibukan yang tidak terduga dari para Relawan di Tim Lio, setelah kembali briefing bersama Tim panawuan Lebak, akhirnya pada Tanggal 27, 28 dan 29 Januari 2008, ditetapkan menjadi jadwal Rembug Warga di Kampung Lio, pada Tanggal 27 Januari Rembug Warga Kedua akan dilaksanakan pada pukul 19.30 di RT 04, 05 RW 03, namun setelah di jadwalkan pada pukul 19.30 Rembug Warga dimajukan menjadi pukul 16.00, dikarenakan warga pada pukul 18.30 akan ada pengajian, lalu kami Tim Lio bergegas menggelar acara Rembug Warga, Tim Lio dibantu anak-anak peserta Workshop mengumumkan kepada warga yang belum tahu jadwal Rembug Warga dimajukan untuk segera ikut bergabung bersama warga yang lain yang sudah ada dilokasi, dan untuk pemilihan lokasi yang sebelumnya akan dilaksanakan di Masjid Muhammadiyah, dipindahkan di pelataran rumah Bpk Tasripin, Tim Lio dibantu anak-anak mempersiapkan segala sesuatu yang akan dijadikan media untuk acara Rembug Warga ini, tak berapa lama warga pun berdatangan ke lokasi, Rembug Warga kali ini dihadiri oleh 20 orang warga, diantaranya, 15 orang dewasa, dan 5 orang anak-anak, Acara Rembug Warga pun dimulai, Fuzie yang menjadi Fasilitator membuka acara dan menjelaskan tentang program CDASC, lalu menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya acara Rembug Warga ini, tak berapa lama Fuzie memberikan salah satu pertanyaan kunci kepada warga, pertanyaan kunci itu adalah :

Pertanyaan kunci 1 : Apa saja bahaya/ancaman yang ada di RT 04 dan 05 RW 03?

Jawaban Warga :

- Banjir

- Pemasalahan Café

- Ketidaknyamanan Lingkungan

Pertanyaan kunci 2 : Apa dan siapa saja yang rawan terkena dampaknya?

Pertanyaan kunci 3 : Apa saja kemampuan/kekuatan yang dimiliki warga untuk mengurangi dampaknya, dan apa saja yang harus dilakukan?

- Kerja bakti

- Pengajian

- Silaturahmi

Pertanyaan kunci 4 : Apa saja kelemahan yang di miliki masyarakat?

- Tidak adanya organisasi untuk pemuda

- Kurangnya ronda malam

- Kurangnya gotong royong

- Buang sampah sembarangan

- Kurangnya kesadaran mayarakat

- Banyaknya pengangguran

- Banyaknya warga yang sering menggosip

Pertanyaan kunci 5 : Seperti apa masa depan Kampung Lio yang lebih baik?

- Gemah, Ripah , Repeh, Rapih turmaninah

- Sembako murah

- Aman, Tentram, Nyaman

- Tidak Banjir

- Harus ada Organisasi yang melibatkan warga Kampung Lio

- Jalan-jalan yang tidak ruksak

- Lebih Bermoral dan Religius

Didalam Acara Rembug Warga kali ini,dibahas juga pembuatan Maket yang dibuat Anak-anak pada Acara Workshop, Anak-anak Mempresentasikan hasil mereka(Maket) di hadapan para Warga dan Orang Tua, Warga dan Orang Tua pun ikut Merevisi Maket tersebut, Orang Tua, Warga serta Anak-anak menentukan jalur Evakuasi secara Bersama-sama untuk dijadikan Acuan jika terjadi Bencana seluruh Warga tahu tempat Evakuasi yang telah disepakati secara bersama-sama oleh Warga RT 04, 05 di RW 03

Lesson learned Rembug Warga RT 04 dan 05 di RW 03

- Mempersiapkan Alat tulis sebelum Rembug Warga jangan sampai belum tersedia

- Perizinan sebaiknya dilakukan Satu atau Dua hari sebelum Rembug Warga dilaksanakan

- Agar lebih diperhatikan masalah waktu pelaksanaan Rembug Warga

- Pertanyaan pada warga seharusnya lebih Spesifik

- Sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat

Dengan bacaan Hamdallah, akhirnya Rembug Warga di RT 04 dan 05 di wilayah RW 03 selesai pada pukul 18.05, dengan aman selamat sentosa.

B. 7. Pelaksanaan Rembug Warga Ketiga

Acara Rembug Warga kali ini berlangsung pada Tanggal 29 Januari 2008, diadakan di Masjid Al-Fakih, Pelaksanaan Rembug Warga kali ini juga tidak sesuai jadwal yang telah ditetapkan, seharusnya kita menetapkan Tanggal 28 januari 2008 untuk mengadakan acara Rembug Warga, karena ada beberapa hal yang tidak terduga sebelumnya, Tim Lio memutuskan untuk memundurkan acara Rembug Warga satu hari kedepan, yaitu pada Tanggal 29 Januari 2008, semua Warga yang di undang adalah Warga yang berada di RT 02, 03 di RW 02,Sebelum acara Rembug Warga dimulai Tim Lio yang dibantu Tim Panawuan mempersiapkan segala sesuatu dan mengecek semua peralatan yang dibutuhkan, didalam hal Perizinan Rembug Warga kali ini Tim Lio tidak menemui hambatan yang begitu berarti, namun masih ada beberapa hambatan yang ada dalam acara Rembug Warga kali ini, diantaranya : Keterlambatan warga untuk berkumpul, Maket yang tidak dibahas dalam Acara Rembug Warga kali ini, sehingga pembahasan tentang Jalur Evakuasi Bahaya Bencana tidak ada, Peralatan tulis yang tidak lengkap, Peralatan dokumentasi yang tidak terkontrol. Dan acara pun dimulai pada pukul 20.00, dihadiri oleh Ketua RT dan RW, serta melibatkan Anak-anak peserta Workshop, Acara dimulai dengan Perkenalan Relawan, lalu menjelaskan Maksud serta Tujuan Program CDASC, dan Tujuan diadakannya acara Rembug Warga ini, tak lama kemudian Fasilitator menanyakan beberapa Pertanyaan Kunci kepada Warga dan pertanyaan kuncinya adalah:

Pertanyaan kunci 1 : Apa saja bahaya/ancaman yang ada di RT 02 dan 03 RW 02?

Jawaban Warga :

- Banjir

- Kebakaran

Sebelum menginjak ke pertanyaan kedua, Manager area Garut yaitu Denden, menjelaskan kembali, perihal tentang kedatangan Tim ke lokasi ini serta menjelaskan program-program CDASC, dan menjelaskan kembali maksud dan tujuan diadakannya acara Rembug Warga ini, selanjutnya warga diberi satu pertanyaan lagi, yaitu :

Pertanyaan kunci 2 : Apa dan siapa saja yang rawan terkena dampaknya?

Pertanyaan kunci 3 : Apa saja kemampuan/kekuatan yang dimiliki warga untuk mengurangi dampaknya, dan apa saja yang harus dilakukan?

- Kerja bakti/Gotong royong

- Warga yang suka rela dan ikhlas

- Adanya sebagian peralatan penanganan Bencana

- Masih adanya pengajian

Pertanyaan kunci 4 : Apa saja kelemahan yang di miliki masyarakat?

- Ketidaksadaran Masyarakat

- Membuang sampah sembarangan

- Kurang kompak

- Kurangnya penyuluhan tentang bahayanya Bencana

Pertanyaan kunci 5 : Seperti apa masa depan Kampung Lio yang lebih baik?

- Harus sadar akan lingkungannya sendiri

- Aman dan Nyaman

Lesson learned Rembug Warga RT 02 dan 03 di RW 02

- Mempersiapkan Alat tulis sebelum Rembug Warga jangan sampai belum tersedia

- Perizinan sebaiknya dilakukan Satu atau Dua hari sebelum Rembug Warga dilaksanakan

- Agar lebih diperhatikan masalah waktu pelaksanaan Rembug Warga

- Pertanyaan pada warga seharusnya lebih Spesifik

- Sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat

Dengan bacaan Hamdallah, akhirnya Rembug Warga di RT 02 dan 03 di wilayah RW 02 selesai pada pukul 22.15, dengan aman selamat sentosa.

213

PERSIAPAN

Waktu dan tempat persiapan

Persiapan untuk Roadshow dan Kampanye ini dilakukan beberapa kali briefing dan penentuan tempat, itu di lakukan oleh Relawan Lio sendiri, Rapat yang sebenarnya, dan tercatat dilakukan pada Tanggal 07/12/2007, adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

Tahap-tahap pelaksanaan Roadshow dan Kampanye

  1. Pendataan Warga Kp.Lio dan tempat pelaksanaan
  2. Pembagian Tugas-tugas Relawan
  3. Daerah Wilayah kerja adalah RT 01,02,03,04,05 RW 02 dan RT 04,05 di RW 03
  4. perizinan
  5. Survey tempat
  6. Mempersiapkan perlatan

PELAKSANAAN

Pelaksanaan Roadshow dan Kampanye Pertama

Sebelum melakukan Roadshow dan Kampanye, Tim Lio telah mempersiapkan segala sesuatu untuk bahan Roadshow dan Kampanye ini, Roadshow pertama dilakukan pada Tanggal 08/12/2007, pada pukul 16.00, di sekitar RT04,05 RW 02, lalu Tim Lio bergerak menuju ke tempat dimana para warga sering berkumpul, tempat pertama yang di singgahi adalah pertigaan Lio. Di mana orang-orang sering ngerumpi disana, tanpa banyak basa-basi Tim Lio memperkenalkan program yang sedang di laksanakan dan program-program CDASC yang akan di jalankan, kebanyakan Masyarakat Lio belum mengenal dengan baik apa program yang dibawa oleh Tim Lio, lalu Tim Lio menjelaskan dan menerangkan kembali program CDASC dan 7 bahaya bencana, Tim Lio menjelaskan dan menerangkan data hasil dari RRA seperti pada modul PDRA (Hal 14), banyak kesalahan yang dibuat dalam pengerjaan data untuk RRA, dan Warga ikut merevisi data yang salah sekaligus menambahkan, Tim Lio menjelaskan Output (Peta Evakuasi & Bencana) anak-anak hasil dari Workshop anak, lalu warga juga merevisi hasil dari anak-anak tersebut, Tim Lio berdiskusi tentang permasalahan atau Bahaya apa saja selain bencana yang ada di Kampung Lio, ternyata banyak maslah yang beredar di kampung Lio, lalu Tim Lio mengajak masyarakat untuk ikut dalam acara Rembug Warga, Roadshow dan Kampanye berakhir pukul 17.15

Pelaksanaan Roadshow dan Kampanye Kedua

Pelaksanaan Roadshow kedua dilakukan pada Tanggal 19/12/2007, pada pukul 13.01, masih disekitar RT05 RW02, dikarenakan pada waktu Roadshow pertama tidak semua warga yang didatangi, Tim Lio memulai Roadshow langsung menuju rumah warga, rumah yang dituju adalah rumah Bpk Djali dan Ibu Empat, Tim dibagi dua untuk mengadakan wawancara di rumah-rumah warga, Fuzie menuju rumah Bpk Djali, Thomaz dan Akonk ke rumah Ibu Empat, didalam Roadshow kali ini dilakukan sesi wawancara tentang kegiatan sehari-hari para warga, wawancara dilakukan di dalam rumah dan di luar rumah, Tim Lio menjelaskan RRA dan Data di dalam RRA, wargapun ikut mengisi dan merevisi hasil dari Data RRA tersebut, lalu Tim menjelaskan Program apa saja yang di bawa oleh Tim Lio serta mengkampanyekan kesiapsiagaan 7 Bahaya Bencana, lalu wawancara di lanjutkan dengan mengungkap permasalahan yang beredar di Kampung Lio seperti masalah Lingkungan dan Sosial, warga pun banyak memberi masukan tentang Kampung Lio yang sekarang ini sangat memprihatinkan, Tim Lio mengundang warga untuk hadir dalam acara Rembug Warga, dan Roadshow kali ini terhenti karena Hujan yang cukup lama, sehingga untuk melanjutkan Roadshow sangat kecil kemungkinannya, maka pada pukul 14.05 Roadshow dihentikan, dikarenakan juga para Relawan ada keperluan.

Pelaksanaan Roadshow dan Kampanye Ketiga

Pada Roadshow kali ini juga, kembali Roadshow tidak sesuai dengan jadwal, Roadshow dan Kampanye dilaksanakan pada Tanggal 23/12/2007 pukul 13.14, tempatnya masih di sekitar RT04 dan 05 di RW 02, Peralatan dan alat-alat pendukung, sebelumnya sudah dipersiapkan, Tim Lio langsung bergerak ke rumah-rumah warga untuk melakukan wawancara, rumah pertama yang dituju adalah rumah Ibu Aay, tanpa basa-basi Tim Lio menjelaskan maksud dan tujuan Roadshow dan Kampanye ini, lalu Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Ibu Aay pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Ibu Aay tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Ibu Aay untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu berpamitan untuk melanjutkan Roadshow dan Kampanye.

Roadshow lalu di lanjutkan ke rumah Ibu Nur, Tim Lio menjelaskan maksud dan tujuan Roadshow dan Kampanye ini, lalu Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Ibu Aay pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Ibu Nur tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Ibu Nur untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu berpamitan kepada ibu Nur untuk melanjutkan Roadshow dan Kampanye.

Diperjalanan ke rumah warga Tim Lio bertemu dengan Warga yang sedang Nongkrong di pertigaan Lio, serta bertemu dengan Ketua RT 02 RW 02, lalu Tim Lio tanpa basa-basi menjelelaskan program dan kampanye siaga 7 bahaya bencana, dan meminta kepada warga, apa saja permasalahan yang sedang beredar di kampung Lio, serta mengajak Warga untuk hadir dalam acara Rembug Warga

Kemudian Tim Lio menuju Rumah Bpk Eddy, Tim Lio menjelaskan Program dan Kampanye Siaga Bencana saja, karena melihat Bpk Eddy, yang baru bengun tidur, maka Bpk Eddy tidak terlalu banyak memberikan masukan untuk Tim

Setelah berpamitan bersama Bpk Eddy, Tim Lio melanjutkan Roadshow lagi, kali ini Roadshow di lakukan di dekat Rumah Bok Eddy, karena Tim melihat banyak warga yang sedang ngbrol di sekitar Rumah Bpk Eddy, mereka adalah, Mas Sugeng, Bpk Herry, Teh Iin dan Suaminya, lalu Tim memperkenalkan diri di hadapan para Warga, Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, para warga pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari para warga tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak warga untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu berpamitan kepada Warga untuk melanjutkan Roadshow dan Kampanye.

Roadshow di lanjutkan ke rumah Teh Romlah, diperjalanan ke rumah Teh Romlah, Tim Lio bertemu dengan Ibu Warsih, lalu Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Ibu Warsih pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Ibu Warsih tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Ibu Warsih untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpanitan untuk melanjutkan perjalanan ke rumah Teh Romlah, sayang sekali Teh Romlah sedang mencuci, jadi Tim hanya menjelaskan kesiapsiagaan Bahaya Bencana dan mengajak Teh Romlah untuk ikut hadir dalam Rembug Warga.

Setelah sebagian besar warga telah didatangi, akhirnya, Roadshow dan Kampanye pada Tanggal 23/12/2007 pukul 16.52, selesai.

Pelaksanaan Roadshow dan Kampanye Keempat

Pada pelaksanaan Roadshow kali ini, lagi-lagi tidak sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan Roadshow pada Tanggal 25/12/2007, dilakukan pada malam hari yaitu pada pukul 19.40 ba’da Isya, di sekitar RT 04, 05 di RW 03, dan Tim pun telah mempersiapkan semua alat pendukung, Roadshow di fokuskan kepada warga yang sedang nyantai dan nongkrong di sekitar Kampung Lio, Tim berhasil menemui warga yang sedang nongkrong, mereka adalah Kang AA dan Kang Ade, serta Kang Yusa, tak berapa lama datang Ibu Nyai, lalu Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Warga pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Warga tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Warga untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpamitan untuk melanjutkan Roadshow,

Lalu Roadshow dilanjutkan ke rumah Ibu Imong dan Bpk Nana, sebelum memulai lagi Roadshow, Tim isitirahat di warung, lalu salah satu Relawan meminta izin yaitu Akong, dia meminta izin untuk pergi ke saudaranya, lalu tibalah Tim di rumah warga, tanpa basa-basi, Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Warga pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Warga tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Warga untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpamitan untuk melanjutkan pulang dari rumah masing-masing Warga,

Kemudian setelah sebagian Warga di datangi, Roadshow pada Tanggal 25/12/2007 pada pukul 21.08, akhirnya selesai.

Pelaksanaan Roadshow dan Kampanye Kelima

Roadshow dan Kampanye terus menerus tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, itu di karenakan kesibukan dan keterbatasan Relawan di Tim Lio yang hanya 3 Orang Relawan, pelaksanaan Roadshow Kelima dilaksanakan pada tanggal 20/01/2008 pada pukul 14.20, sebelumya Tim sudah mempersiapkan alat-alat pendukung, Tim langsung bergerak ke wilayah RT04, RT05 di RW03 Kampung Lio, sasarannya adalah rumah-rumah warga yang belum didatangi pada Roadshow sebelumnya, Tim melihat Bpk Undang yang sedang nyantai di depan rumah Ibu Ikok, langsung saja Tim menuju tempat Bpk Undang berdiam, tanpa basa-basi Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, tak berapa lama warga yang lain pun ikut bergabung mereka adalah Ibu Ikok, Ibu Asih, dan Ibu Yayan, lalu Tim kembali menjelaskan program CDASC dan mengkampanyekan tentang 7 bahaya bencana serta kesiapsiagaannya di hadapan warga yang baru bergabung, Tim Lio menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Warga pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Warga tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, lalu Tim mengajak Warga untuk hadir dalam acara Rembug Warga.

Setelah selesai Roadshow, Tim Lio menuju rumah Bpk Taryana, untuk melanjutkan Roadshow dan Kampanye, dirumah Bpk Taryana Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Bpk Taryana tidak ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, dikarenakan Bpk Taryana bukan asli Orang Kampung Lio, lalu pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Bpk Taryana tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Bpk Taryana untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga.

Kemudian Roadshow dilanjutkan ke rumah Bpk Dudu, di rumah Bpk Dudu kebetulan ada Kang Medi dan Kang Erva, lalu kembali lagi Tim Lio menjelaskan maksud dan tujuan Roadshow dan Kampanye ini, Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Bpk Dudu pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, Kang Medi dan Kang Erva hanya melihat saja mereka tidak ikut merevisi Data dari RRA, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Bpk Dudu, Kang Medi dan Kang Erva tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Bpk Dudu, Kang Medi dan Kang Erva untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpamitan untuk pulang.

Di dalam perjalanan pulang, Tim melihat Ibu-ibu yang sedang ngerumpi, dan tanpa menyianyiakan kesempatan, Tim langsung menuju ketempat dimana Ibu-ibu itu ngerumpi, terlihat disana ada, Ibu Endas (Ketua RT04 RW03), Ibu Ade, dan Ibu Ilis, Tim Lio menjelaskan maksud dan tujuan Roadshow dan Kampanye ini, lalu Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Ibu-ibu pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Ibu-ibu tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Ibu-ibu untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpamitan untuk pulang.

Dan akhirnya Roadshow kelima 20/01/2008 pukul 17.35, selesai, dan Tim pun kembali ke secretariat, untuk istirahat, karena kelelahan.

Pelaksanaan Roadshow dan Kampanye Keenam

Pelaksanaan Roadshow kali ini dilaksanakan pada Tanggal 21/01/2008 pukul 14.25, dan Roadshow kali ini di fokuskan di wilayah RT02, RT03 RW02 Kampung Lio, sasarannya adalah rumah-rumah penduduk dan warga yang sedang ngerumpi, Tim Lio sebelumnya sudah mempersiapkan alat-alat pendukung, Tim langsung menuju rumah Cici Kim dan Koh Ibut lalu tanpa basa-basi Tim Lio menjelaskan maksud dan tujuan Roadshow dan Kampanye ini, lalu Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Koh Ibut dan Cici Kim pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Koh Ibut dan Cici Kim tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Koh Ibut dan Cici Kim untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpamitan untuk melanjutkan Roadshow dan Kampanye.

Didalam perjalanan Tim melihat ada Kang Wawan yang sedang nyantai di pinggir toko, dan kebetulan Kang Wawan adalah Warga RT03 RW02 Kampung Lio, lalu Tim segera menghampiri Kang Wawan yang kesehariannya berprofesi sebagai Tukang Parkir, tanpa basa-basi Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Kang Wawan ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Kang Wawan tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Kang Wawan untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpamitan kepada Kang Wawan untuk melanjutkan Roadshow dan Kampanye.

Kemudian Tim berjalan untuk melanjutkan Roadshow di sekitar RT02 di Wilayah RW02, lalu Tim menuju rumah Bpk Fadil, di dalam rumah Bpk Fadil, ternyata banyak keluarganya yang sedang istirahat dari pekerjaannya, tanpa banyak basa-basi, lalu Tim memperkenalkan diri Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Keluarga Bpk Fadil ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di sekitar wilayah Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Keluarga Bpk Fadil tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Keluarga Bpk Fadil untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpamitan kepada Keluarga Bpk Fadil untuk melanjutkan Roadshow dan Kampanye.

Tim melanjutkan perjalanan kembali, ditengah perjalanan Tim melihat beberapa orang warga RT02 dan RT03 RW02, yang sedang santai, lalu Tim menghampiri mereka, mereka adalah, Teh Ni’, Teh Ade, Teh Iyet, dan Kang Ugun, dengan perkenalan yang singkat lalu Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Warga pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di sekitar wilayah Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Warga tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Warga untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpamitan kepada Warga untuk melanjutkan Roadshow dan Kampanye.

Tak berapa lama Tim Lio masuk ke beberapa rumah Warga diantaranya yang berhasil di wawancara adalah Ibu Rosidah, lalu Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Ibu Rosidah ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di sekitar wilayah Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Ibu Rosidah tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak Ibu Rosidah untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpamitan kepada Ibu Rosidah untuk melanjutkan Roadshow dan Kampanye.

Tim pun berjalan kembali, kali ini berjalan di Jalan Mandalagiri daerah RT02, lalu Tim melihat Warga Kampung Lio yang sedang berkumpul di salah satu toko, tanpa menyianyiakan kesempatan, Tim langsung menuju toko diman para Warga sedang berkumpul itu, Tim memperkenalkan diri, lalu Tim Lio menjelaskan apa itu CDASC dan Program apa saja yang di bawa Tim CDASC area Lio, Tim menerangkan kesiapsiagaan akan 7 Bahaya Bencana, lalu Tim menjelaskan RRA dan Data hasil dari RRA, Warga pun ikut merevisi hasil dari Data RRA tersebut, pembicaraan berlanjut ke masalah yang beredar di sekitar wilayah Kampung Lio sendiri, banyak masukan dari Warga tentang masalah yang beredar di Kampung Lio, Tim Lio mengajak semua Warga untuk ikut hadir dalam acara Rembug Warga, lalu Tim berpamitan kepada Warga untuk melanjutkan Roadshow dan Kampanye.

Tanpa terasa waktu telah sore, dan Roadshow kali ini yang merupakan Roadshow dan Kampanye terakhir di Kampung Lio telah selesai, pada pukul 17.15.

213

Program selanjutnya telah menunggu!!!workshop anak siaga bencana akan hadir di lio!!!karena seleksi alam dan mungkin karena ada kesibukan yang lain, para relawan akhirnya berguguran, dd otong sudah pasti mengundurkan diri duluan, aden hermansyah meniti karir di cianjur, tina agustina dibawa pindah ke bandung oleh suaminya, asep rachmat dan indra rico menghilang di telan bumi, heheee….hatur nuhun dulur, gone but never forgotten!!!kita hanya tinggal berdua!!!disaat bingung mencari personel, eh ojol ojol [tibai tiba] aya pa asep sudrajat!!hehehe….dia siap membantu kita untuk menyukseskan acara workshop!!!hip hip hoooraaay!!!ada napas baru yeugh di tubuh kita!!!hehehe….

kita bertiga siap untuk melaksanakan!!!semua bahan dicari semua persiapan di siapkan!!!mulai lagi semangat 45!!pada bulan november workshop anak akan dilaksanakan!!!eeeeeiiit ternyata ada satu personil lagi yang akan membantu kita, dia adalah wildan irsyad dharis, hooooreeeeee kita jadi berempat!!!terus ada yang membantu lagi tapi hanya sebatas workshop, mereka adalah fauzi dan helgi, hatur nuhun para wargi sadayana!!!tanpa menunggu, kita langsung mempersiapkan jadwal workshop!! Setelah berunding dengan 2 komunitas [panawuan lebak dan panawuan kidul] plus dengan fasilitator, menghasilkan bahwa, Workshop yang akan dilaksanakan adalah empat kali pertemuan di tiap hari minggu. Minggu pertama workshop yaitu pada tanggal 4 November 2K7 pukul 9 pagi, gilaaaa mang eman!!! Yang seharusnya pada workshop itu panitia dan pemateri dipisah, eh di lio mah dibungkus jadi Satu!!! Ahhahahaaaaa….. dasar kekurangan personil!!! Workshop pada tanggal 4 November terselesaikan dengan penuh perjuangan…. eng ing eng,, workshop kembali dilanjutkan pada tanggal 11 November 2K7 masih pada pukul 9 pagi,,, dasar adat, eh eta tim panawuan membawa alat-alat perlengkapan workshop meni asa terlambat sataun, kamana wungkul atuh cuuuuuu…. sayang sekali anak-anak yang dari pagi menunggu banyak yang pergi karena boring nunggu alat!!! Dilanjutkan dengan tanggal 18 November 2K7, masih dengan adat yang sama dan masih dengan personil yang kurang,,hehehe…. oia seharusnya workshop terakhir dilaksanakan pada tanggal 25 November 2K7, tapi karena ada penyegaran materi untuk relawan yang dilaksakan di Sari Papandayan, maka workshop keempat akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2K7, [ah tong wakal dicaritakeun untuk sari papandayan mah, hehehe].. nah pada tanggal 2 Desember 2K7, workshop sedikit berbeda, selain ada simulasi dan drilling, karena pada workshop kali ini, tim lio mengundang PMR [Palang Merah Remaja] SMA Negeri 1 Garut. Ehemmmmmm… ada apa dengan PMR yeugh!!! Hehehe…. yah, dengan perjuangan yang sangat indah, dan penuh dengan canda tawa, akhirnya selesai sudah workshop anak siaga bencana. Horrrrrrreeeeeeeeeeyyyyyyyyy…. cahyono!!!

213

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »